Translate

Kamis, 13 Desember 2012

EVALUASI HASIL BELAJAR DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


Implementasi KBK di SMK

SMK merupakan salah satu jenjang pendidikan kejuruan di tingkat
menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk
melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. Pendidikan kejuruan adalah bagian
dari sistem pendidikan nasional yang mempersiapkan seseorang agar lebih
mampu bekerja pada suatu kelopmpok pekerjaan atau satu budang pekerjaan.
Pendidikan kejuruan, secara luas, mencakup semua jenis dan bentuk pengala-
man belajar yang membantu anak didik meniti tahap-tahap perkembangan
vokasionalnya, mulai dari identifikasi, eksplorasi, orientasi, persiapan, pemili-
han dan pemantapan karir di dunia kerja (Sukamto, 2001). Berdasarkan uraian
ini maka tugas utama SMK adalah mendidik dan membina para siswanya
agar memiliki bekal yang cukup untuk memasuki dunia kerja. Bekal tersebut
berbentuk pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang memadai.
Untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang
tinggi diperlukan sistem pembelajaran yang tepat, efektif, dan efisien.
Perbaikan, peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan kejuruan
khususnya SMK, sejak berdirinya hingga saat ini, terus dilakukan. Beberapa
program yang cukup dikenal antara lain, Pendidikan Sistem Ganda (PSG), life
skill, dan KBK. Program yang saat ini sedang gencar disosialisasikan untuk
dilaksanakan adalah pendidikan dan pengajaran dengan menggunakan KBK.
Dengan menerapkan kurikulum ini diharapkan SMK mampu menghasilkan
lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang memadai
sehingga mampu melaksanakan tugasnya di dunia kerja. Untuk itu, dalam
melaksanakan KBK ini pihak sekolah perlu menerapkan program pengen-
dalian agar kualitas hasil belajar yang tinggi dapat dicapai tetap terjaga. Bagi
SMK, keberhasilan pelaksanaan KBK ini dipengaruhi oleh beberapa faktor,
di antaranya adalah guru yang profesional, peralatan praktik yang memadai,
fasilitas sarana, dan prasarana yang baik. Salah satu kegiatan yang berkaitan
dengan tingkat keprofesionalan guru di dalam pencapaian kualitas hasil belajar
adalah evaluasi hasil belajar. Hasil belajar yang dievaluasi adalah pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang diperoleh peserta didik melalui pembelajaran di kelas ataupun di bengkel (laboratorium).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar